Hidup Penuh Liku

pengembaraan yg panjang

 

penuh gelombang dan badai menghadang

 

juga jala-jala yg kejam

 

kadang harus melampaui kepulauan berkarang

 

jika qt tidak teguh dengan visi qt

 

walau al-fatihah sudah qt bunyikan 17 kali sehari (minimum)

 

walau syahadat sudah qt bunyikan 9 kali sehari (minimum)

 

nyatanya tetap tidak punya arti

 

tetap saja kesyirikan qt jalani

 

tetap saja alasan klasik “nenek moyang” ; “adat” ; “kata guru saya” dan sebagainya

 

padahal:

“dimana saja, kapan saja, minumnya coca cola”

mungkin hanya 2 kali sehari qt dengar

 

Mengapa itu bisa mewarnai hidup kita???

Mengapa kita jalankan dengan semangat???

Malaksanakan, memegang, dan meminum “coca-cola”???

Mengapa???

Mengapa???

3 responses to this post.

  1. Posted by timi on December 22, 2008 at 11:03 am

    yah! coca-cola (La muhammad La makkah) itukan?? dasar (mereka yang namanya gag boleh disebut) bikin aku tambah bete aja ama pola mereka yang konyol n gag logis! gag mutu iya bwank2 waktu iya. padahal mereka kan dikenal kaum yang cerdas. gimana sih pola pikir mereka???

    Reply

  2. Aq bgung dg jln hdp ne.kdg q mrs bgt bsar kslhn yg q bwt,bgt bxk wkt yg q sia2 kn,hngga tak tw pa yg k dpt dr hdpq slma ne.nmn dblik t smua aq mce mrs ksltn untk mncri jti diriq,q mce mrasa brat untk kmbli pd jlnMu.bsr hrpnq utk kmbli nmn sdmkian kcl ushq

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: