Adalah Pilihan Kita Sendiri

Dengan kebebasan yang dimiliki manusia, memang dia bisa dan boleh melakukan apa yang dikehendakinya. Dan potensi untuk hal itupun sudah diberikan sebagai dukungan untuk memudahkannya. Dua potensi yang sama besar, potensi untuk menjadi yang terbaik, dan potensi untuk menjadi yang terjelek. Itu semua dikembalikan pada masing-masing pribadi manusia untuk memilihnya.

Adapun tugas kita hanyalah sebatas menyampaikan, tidak lebih dari itu. Juga tidak ada kekuasaan kita untuk memaksa mereka, pula tidak akan mampu kita mengubah mereka sesuai dengan kehendak kita, karena mereka telah terbentuk, terukir dan terpahat dari banyak hal. Dimulai dari lingkungan rumahnya sendiri, lingkungan tempat dia bermain dan berkumpul dengan teman-temannya, pun pula dari teman yang dipilihnya untuk menempa dirinya. Hanyalah dia sendiri yang bisa menentukan apa yang dia kehendaki, apakah akan membuka hati akal pikirannya, untuk menerima dan melaksanakan perubahan kearah lebih baik dan benar, ataukah justru menutup rapat-rapat hati akal pikirannya, sehingga kesalahan demi kesalahan akan terakumulasi dan lebih berperan mewarnai hidupnya.

Dan itupun berlaku bagi diri kita sendiri. Dua potensi besar itu ada pada diri kita, dan kitapun lebih berhak dalam kehendak mecari pilihan kita sendiri. Tinggal dasar mana yang kita gunakan. Bagi kita tentu tidak akan ragu lagi untuk mengikuti petunjuk jalan hakiki, petunjuk yang paling benar.

[42:52] Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

[42:53] (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.

[35:32] Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

[18:29] Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang menghendaki (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang menghendaki (kafir) biarlah ia kafir.” Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

[6:119] Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.

2 responses to this post.

  1. Dsaat qt brda diantra 2plihn yg bnr2 hrz dplh1.apkh yg msti qt plh dlht dr sdt pndg qt sndri yg hx mnsia biasa,dg iman smnml ne.dgn sft trjlek yg dmlki mnsia
    ‘ktk srh mmlih diantra khndk org twa utk mnrma sgl pkrjaan wlw blm tnt hll dmi nsb klwrg tw tdk?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: