1 Muharram 1430 H

Dipenghujung tahun, syetan-syetan siap menabuh genderang kemenangan, mereka sudah menyiapkan pestanya beberapa hari sebelumnya, dan akan merayakan kegembiraannya dengan seluruh bala tentaranya.

Kalau dulu Rasulullah Muhammad saw menyatakan

“Wahai manusia sekalian, Sesungguhnya syetan itu telah putus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi syetan itu masih terus berusaha (untuk menganggu kamu ) dengan cara yang lain . Syetan akan merasa puas jika kamu sekalian melakukan perbuatan yang tercela. Oleh karena itu hendaklah kamu menjaga agama kamu dengan baik.”

Kiranya kini saat itu telah tiba, ketika banyak manusia terkesima dan terlena oleh bujuk rayunya, seraya tunduk mengikut dan patuh pada janji-janji murahan yang ditebarkan. Janji yang kelihatannya sangat pasti, mereka menyentuh dengan menghubungkan dengan sesuatu yang sangat peka, “bapak-bapak kamu”, “para leluhur kamu”, dan sebagainya, dan sebagainya. Seolah dengan semua itu, -yang diajakkan syetan-, manusia mengira telah berbuat yang sebaik-baiknya.

Kiranya kita sekarang lebih takut kepada manusia, karena takut akan dikatakan sebagai orang yang tidak tahu adat, dan tidak menghormati leluhur dan orang tua yang sudah meninggal, dan sebagainya, dan sebagainya, sehingga kita harus ikut larut, dan menyatu bersama-sama mereka yang patuh dan setia pada ajaran yang tidak ALLAH turunkan dan perintahkan, ajaran yang tidak Rasulullah Muhammad saw ajarkan dan contohkan, yang sebenarnya semua itu hanya mengikut hawa nafsu belaka, baik hawa nafsu kita sendiri dan hawa nafsu orang lain yang kita ikuti, yang  inti dari semua itu adalah mengikuti nafsunya syetan yang dilaknat ALLAH SWT. Kita lebih takut kepada semua itu, daripada murka dan siksa ALLAH SWT. Kita lebih takut tidak punya teman di dunia, daripada ancaman neraka di akhirat.

Dibanyak tempat banyak para pengunjung dan penikmat acara yang penuh kesyirikan yang disponsori oleh syetan, mulai memesan tiket masuk, mulai yang murah di kelas ekonomi, sampai yang termahal di kelas eksekutif dan VIP. Para pengunjung dan penikmat itupun mulai mempersiapkan segala perlengkapan dan peralatan demi tidak terganggunya kelancaran acara, demi sukses dan meriahnya seluruh rangkaian acara.

Berbagai media untuk sesuatu yang disyaratkan para syetan mereka kenali, mereka akrabi, mereka jiwai, dan mereka akrabi dan geluti, sedangkan panduan yang sudah pasti, yang tidak ada keraguan lagi akan kebenarannya, yang tidak ada pertentangan antara satu tempat dengan tempat lainnya, Al-Qur’an, mereka abaikan begitu saja, tidak diacuhkan, tidak dihiraukan, tidak dipahami dan tidak dijalankan,  dilempar kebelakang punggungnya, dan ditinggalkan begitu saja. Maka bagaimana mungkin mereka akan bisa dekat dengan ALLAH, dan bagaimana mungkin mereka akan bisa mendapat kasih sayang ALLAH, bagaimana mungkin mereka mendapat perlindungan ALLAH, bahkan yang pasti, mereka akan lebih disayang oleh para syetan pemimpinnya itu.

Akankah kita ikut serta berpartisipasi dan mengisi daftar buku tamu pesta syetan itu?

Apakah yang akan kita lakukan jika kita menyatakan tidak mau mengikuti para syetan itu?

Jawabnya hanya pada hal-hal nyata yang kita perbuat, yang akan membuktikan apakah kita mengikuti syetan sebagai pemimpin ataukah tidak.

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 Hijriah

One response to this post.

  1. Tusyiah yg singkat tapi makna luas, ditengah tengah kumusyrikan dan kemunafikan mari kita mawas diri dari godaan syetan yang terkutuk.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: