Makna Hijrah

Perubahan, itulah mungkin yang abadi dalam dunia fana ini, karena tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik, bahkan tiap apapun ukuran waktu yang lebih kecil dari itu, setiap ciptaan ALLAH SWT akan berubah dan berubah. Tidak ada satupun ciptaan ALLAH yang tetap dan kekal, semuanya berubah menuju ke-kebinasaan, dari yang paling besar, bahkan sampai yang paling kecil sekalipun.

Demikian juga manusia yang juga tak luput dari perubahan itu. Tak terasa, sampai saat ini kita masih bisa merasakan nikmatnya bernafas. Padahal belum lagi hilang dari memory kita, bahwa kemarin kita baru bertemu, masih bersama, bercanda, menangis dan tertawa, akhirnyapun harus berpisah menyusuri jalan kehidupan masing-masing.

Lebih jauh lagi, kemarin baru saja kita dilahirkan oleh ibu kita, yang saat lahir kita tidak mengetahui apapun, selanjutnya hari demi hari tumbuh dan berkembang, dengan menerima pengetahuan sedikit demi sedikit, kemudian memasuki usia dewasa, dan akhirnyapun kita akan berlari menghampiri tua, dan akhirnya akan segera berpisah dengan kehidupan dunia fana ini.

Kita dapat melihat anak kita yang masih kecil, tiap hari kita peluk ketika tidurnya, tanpa terasa dia tumbuh dan menjadi besar disertai pengetahuan yang makin meningkat, dan semua itu kadang kita baru menyadari, ketika ternyata dia sudah berubah menjadi besar.

Mari kita perhatikan firman ALLAH dalam QS Al Ahqaaf:

15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Maka selanjutnya kita mesti berpikir, sudahkah panduan hidup dan pelajaran dari ALLAH kita tanamkan kepada mereka. Atau pula sudahkah panduan hidup dan pelajaran dari ALLAH kita pahami dan kita aplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Jika jawaban dari pertanyaan ini adalah “belum”, maka kita harus segera menancapkan tonggak untuk kehidupan kita selanjutnya. Tonggak perubahan sebagai makna dari “HIJRAH”, berubah dan berpindah, meninggalkan segala yang dilarang dan tidak disukai ALLAH menuju segala sesuatu yang dicintai dan diridloi ALLAH.

Rasulullah Muhammad saw menyatakan “orang yang berhijrah itu dalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang ALLAH padanya”(Al-Hadits)

Demikian juga firman ALLAH dalam QS At-Taubah:

20. orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

21. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,

22. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Kita mesti pula ingat bahwa, kita telah bersyahadat sebelum lagi kita lahir, yang semestinya pula selalu diingatkan dan disegarkan persaksian kita itu, oleh orang tua kita, oleh guru-guru kita, oleh saudara-saudara kita. Dan semestinya pula kita memberikan penyegaran itu kepada anak-anak kita. Kembali sebuah pertanyaan kepada kita, sudahkah kita menyampaikan dan memberikan penyegaran itu? Sebab disana, diakhirat, tidak lagi ada interupsi ataupun protes karena kita tidak mengerti atau karena kita tidak tahu.

Sebagaimana dijelaskan ALLAH melalui firman dalam QS Al A’raaf:

172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

173. atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu[582]?”

[582] Maksudnya: agar orang-orang musyrik itu jangan mengatakan bahwa bapak-bapak mereka dahulu telah mempersekutukan Tuhan, sedang mereka tidak tahu menahu bahwa mempersekutukan Tuhan itu salah, tak ada lagi jalan bagi mereka, hanyalah meniru orang-orang tua mereka yang mempersekutukan Tuhan itu. Karena itu mereka menganggap bahwa mereka tidak patut disiksa karena kesalahan orang-orang tua mereka itu.

Akhirnya pun kita harus benar-benar menancapkan tonggak peringatan kepada kita sendiri, bahwa setelah kita masuki tahun baru 1 Muharram 1430 H dengan “iman” yang utuh didada, kita akan benar-benar “berhijrah” dan selanjutnya “berjihad” dijalan ALLAH sepenuh hati dengan harta dan jiwa kita, sembari kita pinta kepada ALLAH untuk membackup seluruh perjuangan kita, sebagaimana doa yang ALLAH ajarkan kepada pemuda-pemuda penghuni gua.

Sebagaimana dijelaskan ALLAH melalui firman dalam QS Al Kahfi:

10. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”

Akhirnya, semoga ALLAH SWT senantiasa memberkahi tiap langkah kita dalam seluruh aspek kehidupan kita. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: