Pagelaran Ladang Kehidupan Dunia

Saat duduk ditepian sungai dengan air yang bening dilereng pegunungan, mengamati air mengalir, saat duduk ditepi pantai memperhatikan air laut dengan ombak yang berjalan menepi, kadang kita bertanya dalam hati, mengapa air itu bergerak, kemana akhir dari semua ini. Semuanya bergerak, mengisi tiap celah yang ada. Namun ketika tercapai keadaan tenang, maka anginpun bisa menggerakkan air itu. Dan perubahan sekecil apapun tentu akan menimbulkan pergerakan air itu. Tidak hanya itu, suhu lingkungan dan suhu air itu sendiripun bisa menjadikannya bergerak. Suhu lingkungan yang panas menyebabkan air itu menguap. Perbedaan suhu antara dipemukaan, ditengah dan didasar airpun menyebabkan bergeraknya partikel air itu.

Dalam tubuh kitapun ternyata tidak jauh berbeda, air disemua bagian, keluar dan masuk, mengisi ditiap celah, bergerak dan bergerak dalam aliran sungai yang amat panjang, yang panjangnya hampir sama dengan keliling bumi ini. Semuanya harus bergerak, dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu posisi ke posisi yang lain. Dan terkadang jarang kita memikirkan, jarang kita memahami akan semua ini, karena satu dan lain hal yang kelihatannya sangat menyita seluruh daya pikir kita. Entah, apa yang menjadikan seperti itu ? dan mengapa itu banyak terjadi ? Semuanya yang kita lakukan serba dihitung dengan untung dan rugi ? Semuanya hanya dipaksa oleh kepentingan sesaat.

Jika kita berpikir lebih jauh lagi, apa yang sebenarnya harus dilakukan manusia sebagai konsekwensi hidupnya di pagelaran dan di gelanggang kehidupan dunia ? Hanya mencari kesuksessan akan penguasaan materi yang berlimpah dan harus bisa dihitung secara akuntansi kah? Atau sekedar jabatan dan kursi empuk demi prestise dan kebanggaan diri sendiri dan keluarga di pandangan masyarakat kah? Atau mungkin hiburan yang menyenangkan dari lawan jenis? Atau dari ketiga-tiganya, ya materi yang bertumpuk, prestise, dan hiburan menyenangkan dari lawan jenis?

Tanpa panduan yang benar, kehidupan ini mungkin hanya sekedar mengejar dan mencari fatamorgana ditanah datar yang panas. Dalam kehausan yang amat sangat, yang mendambakan setitik air penghilang dahaga, ternyata yang dikejarnya “kosong” belaka, tidak mendapati apapun, tidak mendapati setitik airpun, walau tadinya dari kejauhan kelihatan benar-benar ada air yang menggenang dan berlimpah. Sebuah usaha keras mengejar sesuatu yang nampak begitu nyata dan indah, namun ternyata hanyalah menemui sesuatu yang kosong tanpa makna.

QS An-Nuur [24:39] “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”

Padahal kita diciptakan ini tidak hanya sia-sia, tidak hanya untuk sebuah permainan saja, tidak hanya untuk menuruti keinginan hawa nafsu duniawi yang hanya berhubungan dengan daging dan darah saja. Mari kita lihat kembali Firman ALLAH SWT,

QS Adz-Dzaariyaat [51:56] “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Inilah sebenarnya yang harus kita perhatikan, pengabdian kepada ALLAH SWT. Tentunya pengabdian yang benar harus berdasar panduan dari ALLAH SWT sendiri, bukan dari siapapun, karena siapapun dan apapun selain ALLAH SWT, semuanya punya kewajiban mengabdi kepada ALLAH SWT. Namun ironisnya, justru kita tidak pernah mau melaksanakan apa yang ada dalam panduan itu dengan benar, dan bahkan kadang kita tidak pernah “membaca” panduan itu sendiri, atau justru kadang tidak mengenal. Maka bagaimana bisa melaksanakan, jika memahami saja kita tidak pernah.

QS Adz-Dzaariyaat [51:20] Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. [51:21] dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Dan seluruh aspek kehidupan kita adalah dalam rangka mengabdi kepada ALLAH SWT, yang memang kita disuruh mengelola bumi alam ini dengan baik. Sebab, jika sebuah ladang kosong tidak dikelola dengan benar, tidak ditanami pohon dan tanaman yang baik, maka tidak akan mungkin menghasilkan buah dan biji yang kita inginkan, melainkan hanya ditumbuhi semak belukar, yang hanya akan ditempati dan didiami serta dijadikan rumah oleh binatang-binatang yang berbisa dan buas, yang justru akan mematuk dan menggigit kita dengan bisanya.

Nah, kapan lagi kita akan memulainya? Menanam dan merawat tumbuhan yang kelak kita inginkan kita dapat memetiknya dan menikmatinya. Apakah akan kita biarkan tumbuh semak belukar yang akan didiami binatang berbisa dan buas itu, yang setiap saat bisa menyakiti kita?

Jawabannya, kita harus mulai dari sekarang, membaca petunjuk itu (AL-QUR’AN), memikirkan dengan seksama, memahami semua maksudnya, dan selanjutnya melaksanakan semua arahannya, arahan ALLAH SWT, yang jaminannya tidak main-main, yakni kesuksesan dalam gelanggang pagelaran kehidupan dunia, dan yang lebih penting lagi kesuksesan itu adalah sebagai bekal untuk hidup kita di kehidupan yang kedua di akhirat kelak, sebagai hasil panen dan dapat kita petik dan kita nikmati.

QS Al Muzzammil [73]
1. Hai orang yang berselimut,
2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
8. sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.
9. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung.
10. dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

8 responses to this post.

  1. Posted by devysHA on February 17, 2009 at 1:45 pm

    ada yang tentang agama kristen gag???

    Reply

  2. Pak…. Saya sangat bersyukur, di zaman seperti ini… masih ada orang2 seperti Bapak….. yang sangat berpendirian teguh menyebarkan Ajaran kebenaran……. Thank You…. Keep Posting ya pak….. Semangat terus Pak.. Jangan Pernah Menyerah…….

    Reply

  3. Posted by al hawra on February 20, 2009 at 10:19 am

    sudah tau bgt banyak kebaikan yang dapat dilakukan
    sudah tau bgt banyak ibadah yg kita amalkan tapi tetap saja terlupa sungguh erugi bagi mereka yang lalai.
    namun begitu saat yg paling indah adalah ketika bisa mentafakuri menikmati keindahan ciptaan Allah.
    Tiada rasa puas dan bosan karena keindahan itu nikmat.

    Reply

  4. uiiihhhh uakeehhhh……ne dr klas 12 a 2 dah da yg bkaaa looooo.

    Reply

  5. Posted by fat_gana on February 22, 2009 at 2:09 am

    1bgks rokok @10rb x 30hr x 12bulan x 30 tahun= 108juta,perokok tdk sadar mrk membakar uang ratusan jt rupiah,boros mubajir = TEMANNYA SYAITON LAKNATTULLAH

    Reply

  6. Posted by swatscomunity on February 26, 2009 at 3:10 pm

    pak kami dari SWATS COMUNITY YANG BER ANGOTAKAN,SAID,WENDRA,AFIF,TAUKHID,SANTOK,ABI KAMI MAUDONG DI AJARIN BUAT BLOG

    Reply

  7. Posted by uchid on February 26, 2009 at 3:12 pm

    alhamdulilah wasyukurilah SMANCAR sudah mulai maju….SMANCAR CAYYYYOOOOOOOO BY UCHID XII IPA 1

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: