Archive for June, 2009

Pendaftaran Peserta Didik Baru

Pendaftaran Peserta Didik Baru
SMA Negeri 1 Muncar
Tahun Pelajaran 2009 – 2010

Waktu Pendaftaran :
Tanggal 2,3,4 dan 6 Juli 2009

Tempat Pendaftaran :
SMA Negri 1 Muncar

Syarat Pendaftaran :
Menyerahkan Ijazah Asli ;
Menyerahkan bukti prestasi akademik / non-akademik asli
(bagi yang punya) ;
Menyerahkan pasfoto hitam putih 3x4cm sebanyak 2 lembar.

Advertisements

Selamat Jalan Rajawali

dolphin

Ketika pertama kali kita bertemu
Saat kau duduk termangu
Dalam kebekuan suasana itu
Kucoba tuk sapa dirimu

Walau ada sedikit rasa keangkuhan
dan kecemburuan serta rasa tak enak dalam hati
Namun,,,
Hari demi hari semua itu berganti
menyatukan semua unsur itu
menjadi satu senyawa yang solid
dengan struktur oktahedron yang kokoh

Saat cerita itu dimulai
Seekor anak burung rajawali sedang sedih
karena dia melihat sosok rajawali dewasa diangkasa
yang terbang dengan kegagahannya
kemilauan sayapnya yang mengepak kuat

sedangkan dia,,,
ada dalam kumpulan anak-anak ayam dan induknya
itu karena badai besar yang melanda
mendamparkan telur rajawali itu di perkampungan

namun untungnya masih ada remaja yg menyelamatkannya
menaruh telur itu diantara telur ayam piaraannya
yang sedang dierami induk ayam yang sabar

saat kecil dulu dia menikmati hidup bersama saudaranya
anak-anak ayam yang harus mencakar-cakarkan kakinya ketanah
demi mencari seekor cacing kecil atau rayap dibawah pohon

kini dia mulai gelisah
impiannya mulai lain dari saudaranya sesama tetasan
keinginan untuk bisa terbang tinggi
melihat alam luas dengan bebas dari atas
mencari makan di daerah yang luas

“,,, rasanya aku ingin seperti dia,
terbang dengan gagah, bebas menjelajah angkasa,
hinggap ditempat yang tinggi,
melihat indahnya dunia yang luas,,,,” katanya dalam hati,
dan,, akhirnya disampaikannya juga pada saudaranya,,
juga pada induknya,,,

“,,, hai,, kau,, jangan mimpi,,
hidupmu diatas tanah,,kau harus mengorek tanah,,,
mencari makan dari sana,, apa kamu gila,,,” kata saudaranya,
saling bersahutan kata-kata itu,, “,, apa kamu sudah gila,,,”

“,,, anakku,,, benar saudara-saudaramu,,, sudahlah,,,
terima nasib kita ini,,, dan kita memang seperti ini,,,
kita bahagia dengan kenyataan ini,,,
lupakan impianmu anakku,,,” nasehat induk ayam bijaksana itu

tiap kali malam datang,,, impiannya makin mengganggu tidurnya,,
bila siang datang,,, rasa sedih itu selalu menemaninya,,,

“,,,hai anak muda,,,” teriakan keras itu mengagetkannya,
“mengapa kau hanya diam,,, aku tahu kau ingin seperti aku,,,
ayo gerakkan sayapmu,,, kamu pasti bisa,,,”
rajawali dewasa yang gagah itu lewat diatasnya

“,,, tapi,,, aku tidak bisa,,, aku hanya bisa mengorek tanah,,,
biarlah aku seperti ini,,, induk dan saudaraku menasehatiku selalu,,
untuk tetap menerima dan menikmati semua ini,,,”

“,,, ok,, tapi kutunggu kamu diatas sana,,,”
rajawali perkasa itu segera pergi dan terbang tinggi

pertarungan dalam hatinya begitu hebat
“,,,apa kamu gila,,, kita ini hidupnya diatas tanah,,,,
bukan diangkasa,,, apa kamu gila,,,”
“,,,hai anak muda,,, ayo,, kamu pasti bisa,,,
tempat kamu disini,,, diangkasa,,,”

satu sampai dua kali tiap minggu rajawali itu datang
dan selalu seperti itu yang dikatakan dengan kerasnya
dan selalu mengagetkan
“,,, hai anak muda,,, ayo,,, kepakkan sayapmu,,, kesini,,,
kenapa kau hanya disitu,,, itu bukan tempatmu,,,,”

hari demi hari terus berganti
sang rajawali perkasa akhirnya hilang kesabarannya
disaat rajawali muda itu lengah
dari ketinggian yang cukup tinggi
dia melesat dengan cepatnya
menukik dan menyambar rajawali muda
dengan cengkeraman yang kuat
dibawanya rajawali muda keangkasa
terbang tinggi dan tinggi terus menuju langit

tanah sudah tidak lagi terlihat
tapi,,,
rajawali muda terus dibawanya dalam cengkeramannya

“tolooongg,,,, tolong lepaskan,,,kau apakan aku,,”
teriakan itu terus diucapkan sampai suaranya habis

“,,,hai anak muda,,, sekarang tidak ada pilihan lain,,,
aku akan lepaskan kamu disini,,,
terserah kamu,,, kamu mau diam,,
terjun dan mati terhempas ketanah,,,
ataukah kamu berusaha keras,,,
tuk kepakkan sayap yang kau punya itu,,
selamat tinggal,,,”

rajawali perkasa itu melepaskan cengkeramannya,
meninggalkan sendiri,, membebaskannya untuk memilih
diam atau berusaha,, hidup atau mati,,,

“,,ooo,,, toloong,,,” teriak rajawali muda sangat ketakutan
akhir rajawali muda itu mencoba membuka sayapnya

“..ooo… tolong,,,” jatuh berputar-putar dalam kebingungan
dia kepakkan sayapnya sekuat tenaga
sayap yang terbuka itu mulai bekerja
mulai menahan kecepatan jatuh bebasnya

dia berusaha dengan kuat untuk mencari keseimbangan diri

dia menata dan memfocuskan gerakan sayap-sayapnya
akhirnya,,,,

“,,,hah,, aku tidak jatuh terus,,, hah aku meluncur diawan,,
hah,,,aku bisa naik,,,”

“,,haahhh,,, AAAAKUUU BIIISAAAA,,,” teriaknya
“AKU BISA,,,”

Terbanglah rajawali dengan gagahnya,
bulunya yang indah, kemilau tertimpa cahaya surya.

Dua tahun sudah kita bersama,,,
Selamat jalan rajawali,,,
terbanglah tinggi,,,
kamu bisa,,,

Jaga almamatermu,,,
Sukses selalu buatmu,,,

PENGUMUMAN KELULUSAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
SMA NEGERI 1 MUNCAR
Jalan Tapanrejo No 1,  (0333) 592548, Muncar, Banyuwangi

PENGUMUMAN KELULUSAN

Berdasarkan :
1. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur Nomor: 421.3/1240/108.04/2009 tanggal 27 Pebruari 2009 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2008/2009
2. Hasil Nilai Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah Tahun Pelajaran 2008/2009
3. SK Kepala SMA Negeri 1 Muncar Nomor: 423.7/452/429.245.300090/2009 Tentang Kriteria Kelulusan
4. Rapat Pleno Dewan Guru Tanggal 13 Juni 2009

Maka Peserta Ujian yang namanya tercantum dibawah ini dinyatakan

LULUS

Berikut ini adalah siswa yang dinyatakan LULUS

No Nomor Ujian Nasional Nama Siswa
1 33-030-001-8 AFIF SAIFUL GUFRON
2 33-030-002-7 AGENG SISTAMURTI ASTIKA
3 33-030-003-6 AHMAD GHOZALI
4 33-030-004-5 AZIZ KAMILA
5 33-030-005-4 BELINDA FERDI EKARIYASI
6 33-030-006-3 CUCUK AGUS SETYAWAN
7 33-030-007-2 DITA NOVI ARISTIANA
8 33-030-008-9 ELIYA SAGITA PUTRI
9 33-030-009-8 FESTI RIYANTINI
10 33-030-010-7 FINDIYANI NURIYA HAZIZAH
11 33-030-011-6 IDA ROSYIDA TUSHOLIKHAH
12 33-030-012-5 IIS ERMAWATI
13 33-030-013-4 IKA KURNIAWATI
14 33-030-014-3 IMAM TAUHID
15 33-030-015-2 INDAH RATNASARI
16 33-030-016-9 JAYANTI MANDASARI
17 33-030-017-8 LILIK SUHARTINI
18 33-030-018-7 LISA WIJAYANTI
19 33-030-019-6 MOHAMMAD NUR HAFID
20 33-030-021-4 MUHAMMAD YUNUS
21 33-030-022-3 MUTIARA DEWI
22 33-030-023-2 NIKEN PUSPITASARI
23 33-030-024-9 NITA KONITATUL KHOIRIAH
24 33-030-025-8 NOFI PRADITA
25 33-030-026-7 NOVA ARISTA
26 33-030-027-6 REGINA YATASIA BRAHMANA
27 33-030-028-5 RIA RESTI UTAMI
28 33-030-029-4 RIRIN DEWI ASTUTIK
29 33-030-030-3 SAID FATKHUR ROHMAN
30 33-030-031-2 SANTOK IRWANDI
31 33-030-032-9 SITI AMINATUS ZUHRIYAH
32 33-030-033-8 SLAMET RIANTO
33 33-030-034-7 SOLIHAH INDRASWARI
34 33-030-035-6 SUDARSRI LESTARI
35 33-030-036-5 SUSI ASTIANINGSIH
36 33-030-037-4 SYAIPUTRA WAHYUDA MEISA DININGRAT
37 33-030-038-3 TITUS KUSUMA WARDANI
38 33-030-039-2 TUTIK HARIANI
39 33-030-040-9 WAHYU FATMATUL ZUHRO
40 33-030-041-8 WENDRA SANJAYA
41 33-030-042-7 YESSI FEBRIANTI
42 33-030-043-6 ADI KUSUMA
43 33-030-044-5 ANDRI BAHTIAR
44 33-030-045-4 ANDRIANI
45 33-030-046-3 ANITA ROHMAH
46 33-030-047-2 BIMA BRILLIANDO AGAM
47 33-030-048-9 CHICIN LIYA PERMATASARI
48 33-030-049-8 CHRISNA DANU OKTAVION
49 33-030-050-7 DEWI NILASARI
50 33-030-051-6 DIAN BUDIANTORO
51 33-030-052-5 DIMAS AGUSTIAN
52 33-030-053-4 DINI INSANI GUNAWATI
53 33-030-054-3 DWI MARISTA SANTI
54 33-030-055-2 EDI WIDODO
55 33-030-056-9 EFENDI
56 33-030-057-8 FATMA AMINAH
57 33-030-058-7 FITA FEBRIANA
58 33-030-059-6 HYACHINTA BUDIATI
59 33-030-060-5 INDAH PUJI LESTARI
60 33-030-061-4 IRFA LAILATUL NI’MAH
61 33-030-062-3 LUCKY KUSUMA HANDARI
62 33-030-063-2 LUTFIATUS SHOLIHAH
63 33-030-064-9 MARTIN ANGGA YUDISTIA
64 33-030-065-8 MEGASARI
65 33-030-066-7 NILA MUSTIKA ARUM
66 33-030-067-6 NINA SRI WAHYUNI
67 33-030-068-5 NINDIYA FITRIYANI
68 33-030-069-4 NOVI ARISTYA DEFI
69 33-030-070-3 RATNA SARI DEWI
70 33-030-071-2 REGA WAHYU ANGGRAINI
71 33-030-072-9 RENI AYU RUKMANA DEWI
72 33-030-073-8 RIRIT NOVIA DEWI
73 33-030-074-7 RITA KUSMAWATI
74 33-030-075-6 SAIDATUL HASANAH
75 33-030-076-5 SAMSIATUN NAHARIYAH
76 33-030-077-4 TITIN HANDAYANI
77 33-030-078-3 TRI WAHYUNI
78 33-030-079-2 VICKY NURI MAYLA ADHIMA
79 33-030-080-9 WINDA KURNIAWATI
80 33-030-081-8 WIWIN ANDRIANI
81 33-030-082-7 YENI NURHIDAYAH
82 33-030-083-6 AINI NOVITA ERINE
83 33-030-084-5 SULISTIANA
84 33-030-085-4 ADITYA SUNDAWA PUTRA
85 33-030-086-3 AGUNG WIJAYA
86 33-030-088-9 ARIZKA PURNAWARMAN
87 33-030-090-7 DENI KURNIAWAN
88 33-030-091-6 DEVI IKA PURNAMA SARI
89 33-030-093-4 DIAN ARISTA SARI
90 33-030-094-3 DODY SETYAWAN
91 33-030-095-2 DWI HARIYATI NINGRUM
92 33-030-096-9 EDHISMA SHIEKTA YOHANDA
93 33-030-097-8 EKA PURWATI
94 33-030-098-7 FIKI PRASETYO
95 33-030-099-6 HADI KUSUMA
96 33-030-100-5 HELDA TRI KUSUMAWATI
97 33-030-101-4 IDA YUNI ERDIA RENI
98 33-030-102-3 IDE BAGUS NURCAHYO
99 33-030-103-2 INDAHYANI
100 33-030-104-9 KADEK DWI MARHENI
101 33-030-105-8 KIKI ARISTA RAMADHANI
102 33-030-106-7 LANI EKA EKLESIA
103 33-030-107-6 LUTFIATUS SHOLIHAH
104 33-030-108-5 MADE AGUS TINA WANTI
105 33-030-109-4 MOH. SAIFUL HADI
106 33-030-110-3 MOHAMAD RUDAL FEBRIYANTORO
107 33-030-111-2 MOHAMAD SUKRON EFENDI
108 33-030-112-9 NGIZATI KHOIRINA
109 33-030-113-8 NUR ALAMSYAH SUBRIANTO
110 33-030-114-7 NURIYUS SUBKHAN
111 33-030-115-6 PEPRIS EKA SUSANA DEWI
112 33-030-116-5 RENDY NURWANTO
113 33-030-117-4 RENY DWI AGUSTIN
114 33-030-118-3 RISKA FIBRIYANTI
115 33-030-119-2 RISTA ADITYA NINGRUM
116 33-030-120-9 RIYUS FITRIYANI
117 33-030-121-8 SETYO ADI SUNANTO
118 33-030-122-7 SHELA NUR AZIZAH
119 33-030-123-6 SONY AGBIT PERKASA
120 33-030-124-5 TIKA LESTARI
121 33-030-125-4 WIDIYATI
122 33-030-126-3 WIWIT ARI HANDAYANI
123 33-030-127-2 YULIA ASTUTIK
124 33-030-128-9 YUSRIL IHZA FATARDI
125 33-030-131-6 KIKI BASUKI
126 33-030-132-5 MOHAMMAD NASYIR
127 33-030-133-4 AHMAD DIKY FATHUR RAHMAN
128 33-030-134-3 ARGA NANDA NADI HAKIKI
129 33-030-135-2 DEDI NUR ISTANTO
130 33-030-136-9 DEDY SETYAWAN
131 33-030-137-8 DIAN ISTIANA
132 33-030-138-7 EKO WAHYUDI PRAYITNO
133 33-030-139-6 ELIP LISDIAWANTO
134 33-030-140-5 ERLINA
135 33-030-141-4 EVI RELAWATI
136 33-030-142-3 FADLILUL MUTTAQIN
137 33-030-143-2 FATQUL FATANZANI
138 33-030-144-9 HANDRIK IRWANTO
139 33-030-145-8 HENDRA CHRISNIAWAN
140 33-030-146-7 IKA NOVITA FATMAWATI
141 33-030-147-6 IMA RIANTI
142 33-030-148-5 LINDA NUR WULANDARI
143 33-030-149-4 LUTFIYATUN PALUPI
144 33-030-150-3 MA’ARIFUL WARO
145 33-030-151-2 MOCH. HABIB KURNIAWAN
146 33-030-152-9 MOH. FATKHUR ROHMAN
147 33-030-153-8 MUHAMMAD HENDRIANTO
148 33-030-154-7 NANANG KURNIAWAN
149 33-030-155-6 NOVI ANDRIYANTI
150 33-030-156-5 NUR MUHAMMAD ROSYID
151 33-030-157-4 PURNIAWAN
152 33-030-158-3 RENDY GALUH PRIBADI
153 33-030-159-2 RENIE SISKA AZIZAH
154 33-030-160-9 RINA ISTIRAHAYU
155 33-030-161-8 RINA MARGARETA
156 33-030-162-7 RUDIYANTO
157 33-030-163-6 TITIS ERFAWATI
158 33-030-164-5 YULAIFAH ELOK PERTIWI
159 33-030-165-4 WINDI ARIYANTO
160 33-030-168-9 MOHAMAD ROFIQ KHOIRONI ALKAFI
161 33-030-169-8 ABDUL AZIS
162 33-030-170-7 ANGGI NORMAN SETIAWAN
163 33-030-171-6 DIAN ARTA NINGRUM
164 33-030-172-5 DIAN FITRIANI
165 33-030-173-4 DONY NURMANSYAH
166 33-030-174-3 DWI SUPRAPTO
167 33-030-175-2 EKA WINDI ASTUTIK
168 33-030-176-9 ERINA KUSUMA DEWI
169 33-030-177-8 FAIQOTUL NINAWAROH
170 33-030-178-7 FITRA AGIL SUBAKTI
171 33-030-179-6 FITRIA MARIA SUSANTI
172 33-030-180-5 HARI PURNOMO
173 33-030-181-4 HENDRIK SISWANTO
174 33-030-182-3 IMAM SANUSI
175 33-030-183-2 IMELDA HERNI WARDANA
176 33-030-184-9 IMELDA YOHANPRISTIKA
177 33-030-185-8 INSU MUNISA MALIK
178 33-030-186-7 JOKO PURNOMO
179 33-030-187-6 LENY EKAWATI
180 33-030-188-5 LULUK PRAMITASARI
181 33-030-189-4 MARTHA SILFIA RAHAYU
182 33-030-190-3 MUHAMAD GAURAFUR YUNUS
183 33-030-191-2 MOHAMMAD ALFIAN
184 33-030-193-8 PUSPITA PURNAMA SARI
185 33-030-194-7 PUTRI RESTA DEWI
186 33-030-195-6 REZA DEWANTARA
187 33-030-196-5 RISKA KENANGA SARI
188 33-030-197-4 RONY WIJAYA
189 33-030-198-3 SINDY TAMARA
190 33-030-199-2 TUTUT GHOFIYANTI
191 33-030-200-9 VENDHI ECHA YULIASTANTO
192 33-030-201-8 SITI NURWAHYUNINGSIH
193 33-030-202-7 AYUNANDA

Muncar, 13 Juni 2009

Kepala Sekolah

ttd

Drs. Sudiwinoto
NIP. 131667933

Pengumuman Kelulusan UN 2009

Pengumuman Kelulusan UN 2009 SMA Negeri 1 Muncar, dapat anda lihat pada link berikut;

Pengumuman UN 2009

Selamat dan Sukses untuk anda.

Jangan terlena hanya dengan kata “LULUS”, perjuangan masih panjang, banyak ujian yang lebih besar menanti dihadapan anda.

Tetap semangat, NEVER GIVE UP !!!

Get Dicipline Go Diamond

Katak-katak Dalam Kubangan Susu

Disuatu pagi katak-katak muda pergi bermain-main. Ratusan katak itu riang gembira bermain ditempat yang belum pernah mereka kunjungi.

“Hai teman-teman, ayo sekarang kita berlomba menunjukkan kecepatan lari kita masing-masing” kata salah satu katak itu,
“Ayooo,, siapa takut,,, ” timpal katak-katak lainnya,
“Kalau begitu kita akan lari secepat-cepatnya dan sejauh-jauhnya,,”
“OooKkkeee,,, aayoooo,,, laaariiii,,,”

Mereka berlarian dengan lompatan yang jauh, cepat dan gesit, saking gembiranya mereka tidak sadar didepan ada kolam yang tidak berisi air, tapi kolam itu berisi susu segar.

Akhirnya ratusan katak-katak itu jatuh masuk ke kolam susu tersebut.

Mulailah katak-katak yang tercebur itu berusaha keluar dari kubangan susu yang bisa menenggelamkan mereka. Mereka berusaha mengayuh kakinya sekuat tenaga, berusaha melompat keluar dari kubangan susu itu. Namun rupanya katak-katak muda itu belum ada yang berhasil, disamping karena cukup dalam untuk ukuran katak-katak muda juga dindingnya lumayan cukup tinggi.

Semula katak-katak muda yang diatas memberikan semangat, namun lama kelamaan mereka hanya diam termangu melihat teman-temannya dalam kubangan susu itu. Akhirnya sampailah katak-katak yang diatas itu mencemooh dan mengejek.

“Aaah percuma saja kamu berusaha, kamu nggak akan bisa naik keatas sini, sudahlah menyerah saja, mati saja tenggelam dalam kubangan itu,,,” teriak salah satu katak diatas,

Kata-kata itu justru disambut teriakan katak-katak lain, “yaa,, percuma saja, buat apa kalian berusaha,,, menyerah saja,, tenggelam saja,, mati saja,,,”

Akhirnya semua katak yang diatas mulai meneriakkan hal yang sama ” sudahlaahh, percuma,, ayo menyerah saja,, tenggelam saja,, mati saja,,,”

Semula katak-katak yang tercebur itu tidak mempedulikan, mereka tetap mengayuhkan kakinya, berusaha untuk melompat keluar dari kubangan susu itu, namun akhirnya satu persatu katak-katak itu mulai terpengaruh juga oleh teriakan katak-katak yang diatas.

“ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,”

Berkali-kali dan terus menerus teriakan itu makin keras, katak-katak diatas makin menikmati teriakan mereka, dan melihat katak-katak dalam kubangan susu itu mulai putus asa.

Akhirnya satu persatu katak-katak dalam kubangan itu mulai berhenti mengayuhkan kakinya, mereka mulai tenggelam, dan,,, mati.

Katak-katak yang diatas lebih lantang berteriak, “ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,”

“ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,”
“tuh lihat teman-teman disamping kamu,,, mereka mulai tenggelam,,, mereka mulai mati,,,”
“percuma,,, mati saja sekalian,,, sudahlah,, menyerah saja,,,”

Begitulah saling bersahutan teriakan katak-katak yang diatas. Satu persatu katak-katak dalam kubangan susu itu berhenti mengayuh, diam, tenggelam dan tidak muncul lagi, mati.

Seiring teriakan yang semakin keras dari katak-katak yang diatas, ada seekor katak yang tetap mengayuhkan kaki-kakinya, bahkan semakin keras dia mengayuh, sementara disampingnya banyak yang sudah menyerah, diam, tenggelam, dan mati.

“percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,,” teriakan itu menjadikan katak-katak dalam kubangan susu itu kehilangan harapan untuk bisa keluar, mereka mulai diam, tenggelam, dan mati.

“tuh lihat teman-teman disamping kamu,,, mereka mulai tenggelam,,, mereka mulai mati,,,”
Teriakan itu menjadikan seekor katak semakin bersemangat, sementara teman-temannya sudah hampir semuanya tenggelam.

“percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,,” benar teriakan-teriakan itu menjadikan semua katak diam tenggelam dan mati, kecuali seekor katak itu.
Dia semakin kuat mengayuhkan kakinya.
“percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,,”
“tuh lihat teman-teman kamu,,, mereka tenggelam,,, mereka mati,,, tinggal hanya kamu,,, ”

“sudahlah menyerah saja,,, mati saja,,,”
Teriakan itu semakin keras, namun malah menjadikan satu-satunya katak yang ada dalam kubangan semakin keras mengayuhkan kakinya.
“sudahlah menyerah saja,,, mati saja,,,”

Karena goncangan yang dilakukan sejak awal oleh kaki-kaki ratusan katak yang kuat mengayuh dan menyerah hingga tertinggal seekor katak, susu itu semakin hangat dan semakin hangat, akhirnya,,,

“HUP” satu-satunya katak itupun berhasil melompat keluar, susu itu mengeras dan menjadi keju untuk berpijak dan melompat.

Semua katak yang diatas heran,, bagaimana,, mengapa itu,, bisa terjadi,,?

Yach,,, karena,, katak yang satu itu “TULI” sehingga dia tidak bisa mendengar teriakan-teriakan itu,,, dan melihat gerak-gerik katak-katak yang diatas,, dia menganggap itu adalah motivasi untuk dirinya,,,

Nah,,, apakah kita akan menyerahkan dream kita,,, goal kita,,, cita-cita kita untuk dicuri orang lain,,?
Apakah kita membenarkan ejekan teman-teman kita yang diatas,, bahwa kita tidak bisa,,?
Kita tidak boleh ragu, kita harus menang, kita harus sukses, sukses dunia, dan akhirat, tentunya AL-QUR’AN adalah sumber motivasi yang terbesar, yang lebih besar dari cerita manapun juga, asalkan kita memahami hikmahnya.

[36:76] Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

[49:15] Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

[9:33] Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

PTN/PTS Tak Ingin Awasi Unas Tahun Depan

[ Senin, 08 Juni 2009 ]
PTN/PTS Tak Ingin Awasi Unas Tahun Depan

PTN Tuntut Rombak Sistem Tahun Depan

JAKARTA – Buruknya penyelenggaraan ujian nasional (unas) tahun ini membuat pengawas maupun tim pemantau independen (TPI) berpikir dua kali untuk mengawal ujian tahun depan.

Koordinator Pengawas dan TPI Unas Jawa Barat dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Yayat Achdiat menjelaskan, pihaknya bersama semua perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) pengawas unas di wilayah Jabar telah mengevaluasi pelaksanaan unas. Hasilnya, sekitar 75 persen PTN/PTS kecewa terhadap pelaksanaan unas.

”Kalau masih seperti ini, banyak terjadi pelanggaran, PTN/PTS mengatakan tidak ingin mengawasi unas lagi tahun depan,” jelasnya. Ada 57 PTN maupun PTS di Jabar yang ditunjuk untuk mengawal unas.

Apalagi, kata Yayat, pengawas dan TPI tidak diberi kewenangan yang jelas dalam mengawal unas. ”Kami ini hanya duduk-duduk. Kewenangan kami amat terbatas. Tidak boleh memasuki ruang ujian kecuali ada pelanggaran,” terangnya. Mereka tidak diberi kewenangan untuk menindak pelanggaran yang terjadi.

Pengawas juga hanya terkesan sebagai tukang catat. Akibatnya, pelanggaran demi pelanggaran mewarnai penyelenggaraan unas. Bukan hanya itu, beberapa sekolah menolak kehadiran perguruan tinggi tersebut. ”Ini ada apa?” ujarnya.

Karena itu, mereka menuntut agar sistem pelaksanaan unas dirombak. Jika tidak, kekurangan demi kekurangan penyelenggaraan unas tinggal menunggu bom waktu untuk terbongkar. Itu bisa membuat kredibilitas unas akan dipertanyakan.

Kordinator Pengawas dan TPI Nasional dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Haris Supratna mengatakan, evaluasi total terhadap pelaksanaan unas memang belum dilakukan. Kendati demikian, berdasar laporan yang masuk dari berbagai PTN yang ditunjuk sebagai koordinator unas, mereka merekomendasikan pembenahan dan perombakan sistem pelaksanaan unas.

”Sebab, buruknya pelaksanaan unas turut mencoreng citra perguruan tinggi. Sudah dikawal PTN kok hasilnya masih buruk,” ujarnya. Padahal, tujuan pemerintah menunjuk perguruan tinggi mengawal unas agar pelaksanaan ujian lebih baik. Selain itu, supaya hasil unas bisa dijadikan syarat masuk perguruan tinggi tanpa adanya tes masuk lagi.

Sebab, dalam PP 19/2005 tentang standar pendidikan nasional disebutkan, hasil unas hendaknya bisa dijadikan syarat masuk perguruan tinggi paling lambat tujuh tahun sejak peraturan itu disahkan. Artinya, ketentuan itu bakal berlaku pada 2012.

Namun, dengan banyaknya pelanggaran yang terjadi, PTN bakal berpikir ulang. Sejatinya, kata Haris, PTN berharap agar kualitas unas bisa terus meningkat. ”Sebab, imbasnya terhadap input PTN. Kalau hasilnya bagus, bibit-bibit unggul yang kami terima juga bagus. Jika tidak, ini memengaruhi input kami,” terangnya.

Itulah sebabnya PTN ditunjuk sebagai pengawas untuk mengawal unas SMA/MA. Sebab, sebagian besar lulusannya bakal melanjutkan kuliah. Sementara peran PTN dalam mengawal SMK adalah sebagai TPI. ”Cukup sebagai pemantau. Sebab, lulusan SMK lebih diprioritaskan untuk bekerja,” ujarnya.

Sejatinya, kata Haris, pemerintah telah menunjuk PTN sebagai penyelenggara unas tahun ini. Namun, karena berbagai pertimbangan, PTN belum siap dipasrahi mandat tersebut oleh pemerintah. Salah satu alasannya, PTN harus siap dan berkonsentrasi terhadap pelaksanaan unas. Padahal, di satu sisi, PTN memiliki sejumlah tugas penting.

”Selain itu, kami tidak ingin berpolemik dengan dinas pendidikan yang selama ini menyelenggarakan unas. Sebab, selama ini jalinan kemitraan kami dengan mereka cukup baik,” ujarnya.

Karena itu, kata Haris, agar PTN tetap konsisten mengawal unas, harus ada berbagai pembenahan. ”Jika tahun ini saja kita menolak sebagai penyelenggara, apalagi tahun depan? Terlebih lagi, penyelenggaraan unas kali ini masih banyak pelanggaran,” ujarnya.

Menurut dia, yang paling penting adalah membenahi mental penyelenggaran unas maupun peserta didik ujian tersebut. ”Sebab, selama itu tidak berubah, siapa pun penyelenggarannya tetap akan terjadi kecurangan,” jelasnya.

Hal senada juga ditambahkan Yayat. Dengan mencuatnya berbagai persoalan tersebut, PTN/PTS di Jabar bersepakat sistem pelaksanaan unas dirombak. Salah satu di antaranya menyangkut penyelenggara. Mereka merekomendasikan agar unas sebaiknya diselenggarakan oleh lembaga independen. ”Kalau diselenggarakan dinas pendidikan, ada kepentingan ganda. Sebab, tentu saja mereka menginginkan semua anak didiknya lulus,” jelasnya.

Penyelenggaraan unas oleh lembaga independen bertujuan agar lulusan unas lebih berkualitas. ”Sebab, tidak ada kepentingan agar siswanya lulus semua atau nilainya bagus,” ujarnya. Lembaga independen penyelenggara unas bisa dari perguruan tinggi atau instansi lain yang berkompeten. Persoalannya, kata dia, apakah dinas pendidikan bisa menerima keputusan itu atau tidak. ”Sebab, selama ini unas diselenggarakan mereka. Dikhawatirkan, muncul pemikiran untuk merebut lahan mereka,” ungkapnya.

Kordinator Pengawas dan TPI Jawa Tengah dari Universitas Negeri Semarang (Unes) Sudiyono Sastroatmodjo menegaskan, harus ada pembenahan dalam pelaksanaan unas. Menurut dia, perlu ada kerja sama dari berbagai pihak untuk menyukseskan ujian tersebut. ”Ujian nasional memang perlu dan penting. Karena itu, harus ada perombakan. Ini bukan menyangkut kepentingan personal atau kelompok, melainkan kepentingan nasional,” jelasnya.

Pembenahan itu, menurut dia, harus berawal dari pihak sekolah. Satuan pendidikan tersebut harus mempersiapkan anak didiknya sebaik mungkin sejak dini. ”Jangan persiapan instan dengan ikut bimbel-bimbel dadakan,” katanya.

Seharusnya sekolah menyiapkan proses panjang yang dilalui anak didik sejak kelas satu. ”Anak-anak kita pintar-pintar dan soal unas bukan sesuatu hal yang luar biasa. Karena itu, tidak sepatutnya sekolah melakukan kecurangan agar seiswanya lulus semua,” jelas dia.

Jika berbagai persoalan itu dibenahi, Sudiyono optimistis bahwa penyelenggaraan unas ke depan bakal lebih baik. Kuncinya, pemerintah harus berani merombak sistem pelaksanaan unas. Termasuk harus ada kesadaran dan kesepahaman antara pemerintah, sekolah, PT, dan elemen pendidikan lain untuk menyukseskan unas. (kit/iro)

sumber : jawapos

Jika Pengumuman Unas Tertunda

[ Minggu, 07 Juni 2009 ]
Mendiknas dan BSNP Belum Umumkan Solusi Unas Ulang

Jika Pengumuman Unas Tertunda

JAKARTA – Para kepala dinas pendidikan (Kadispendik) di daerah dihadapkan pada posisi sulit. Sejak kasus kecurangan ujian nasional (unas) di berbagai daerah mengemuka, mereka ditekan banyak pihak. Di satu sisi, mereka harus berhadapan dengan tuntutan kepastian unas dari sekolah, siswa, maupun orang tua siswa.

Para Kadispendik sementara tidak bisa berbuat apa-apa karena Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo serta Badan Standar Pendidikan Nasional (BSNP) belum mengumumkan solusi terkait dengan unas ulang -bagi sekolah dan siswa bermasalah- serta penundaannya.

Kadispendik Surabaya Sahudi menyatakan, pengumuman unas seluruh SMA/MA di Indonesia rencananya dijadwalkan Sabtu, 13 Juni 2009. Namun, dengan tertundanya unas ulang bagi sekitar lima ribu siswa yang ”bermasalah”, dikhawatirkan pengumuman unas molor. ”Kalau molornya dua tiga hari sih nggak papa. Tapi, kalau sampai akhir Juni, itu yang mengkhawatirkan,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan Surabaya mengkhawatirkan hal itu. Sebab, kata Sahudi, saat ini banyak siswa yang menunggu kepastian pengumuman unas. Sebab, hasil unas tersebut akan dipakai mendaftar ke perguruan tinggi yang dipilih. Sementara itu, saat ini banyak siswa yang sudah meninggalkan daerah asalnya untuk mendaftar di berbagai perguruan tinggi. ”Siswa SMA bingung karena mereka cepat-cepat ingin daftar ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Hingga kemarin, BSNP memang belum memberikan kepastian unas ulang. Surat BSNP bernomor 1782/BSNP/6/2009 yang dikirim ke delapan provinsi beberapa waktu lalu menyatakan bahwa pelaksanaan unas ulang masih menunggu keputusan Mendiknas.

Namun, Mendiknas juga belum memutuskan jadwal ujian. Bahkan, sikap Mendiknas terlihat acuh tak acuh setiap ditanya komentar seputar ujian ulang (istilah baru unas ulang versi BSNP). Itulah yang memicu keresahan peserta unas.

Terancamnya pengumuman unas juga berimbas terhadap pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB). Sebab, hal itu praktis berpengaruh terhadap pengumuman unas siswa SMP. ”Sebab, ujian siswa SMP juga ada yang diulang,” ungkapnya.

Di satu sisi, kata Sahudi, sistem PSB online di Surabaya sudah siap. Pelaksanaannya tinggal menunggu pengumuman unas. ”Semua nanti bisa kacau dan rawan. Apalagi, PSB untuk sekolah RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional, Red) mulai lebih awal,” jelas pejabat asal Banyuwangi tersebut.

Karena itu, menurut dia, lebih baik tidak ada ujian ulang. Dia menyatakan, jika memang terjadi kecurangan, lebih baik siswa ikut ujian kejar paket. Apalagi, dalam prosedur operasional standar (POS) tidak ada aturannya. ”Solusinya ya kejar paket. Apalagi, DPR sudah menyetujui,” tegasnya.

Jika kebijakan tersebut ditempuh, BSNP bisa menghindarkan terjadinya konflik di dunia pendidikan. ”Tahun lalu, di Surabaya juga ada sekolah yang tidak lulus seratus persen. Tapi, kami ikut kejar paket. Sebagai praktisi pendidikan, saya pikir lebih baik siswa ikut kejar paket. Tapi, sebagai kepala dinas pendidikan, kita harus ikut keputusan Mendiknas,” paparnya.

Kadispendik Kota Cimahi Djoko Santoso membenarkan adanya penundaan unas ulang yang rencananya dilangsungkan 8 Juni mendatang. Kepastian tersebut diketahui setelah kemarin Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Cimahi menerima pemberitahuan dari BSNP. Berdasar surat yang disampaikan melalui faksimile itu, BNSP memutuskan menunda unas ulang tanpa menentukan batas waktunya. ”Suratnya saya terima hari ini (kemarin, red),” katanya.

Dengan adanya pemberitahuan itu, praktis pengumuman unas bakal molor. Dia menuturkan, sebagai pelaksana di lapangan, Dispendik Kota Cimahi mengikuti keputusan yang telah diambil pemerintah. Meski, tertundanya unas ulang itu bakal merugikan siswa yang sedang menanti-nanti pengumuman unas.

Bukan hanya kepala dinas, beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) juga lebih sepakat siswa yang tak lulus seratus persen ikut ujian kejar paket. Rektor ITS yang juga Koordinator Pengawas dan Tim Pemantau Independen (TPI) Wilayah Jatim Priyo Suprobo menyatakan tidak ada yang salah dengan ujian itu.

”Sama saja dengan unas. Kita harus mengubah mindset masyarakat tentang ujian kejar paket. Jangan membedakan siswa yang lulus unas dan ujian kejar paket,” tegasnya.

Di ITS, kata dia, penerimaan mahasiswa baru tidak membedakan siswa yang berijazah unas maupun ujian kejar paket. ”Kami menerima semua, asalkan mereka lolos seleksi ujian yang kami adakan. Sebab, bagi kami, semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya menegaskan sebaiknya BSNP tidak mengambil keputusan unas ulang. ”Nggak lulus unas nggak papa kok. Yang penting siswa melewati pembelajaran dengan baik,” jelasnya.

Probo menambahkan, pelanggaran unas dengan pola jawaban yang sama memang terjadi di Jatim. Hanya, pihaknya tidak bisa menyebutkan di daerah dan sekolah mana seperti yang ditulis Jawa Pos (di Nganjuk, Red) edisi Sabtu 6 Juni. ”Kami tidak bisa menyebut sekolah mana itu,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pengawas dan TPI Unas Jawa Barat Yayat Achdiat menyayangkan mundurnya pelaksanaan unas ulang. ”Sebab, kami sudah siap mengawal ujian tersebut. Para orang tua dan siswa juga siap. Tapi, dengan mundurnya ujian itu, mereka jadi resah,” katanya. Apalagi, ujar dia, belum ada kepastian jadwal ujian ulang.

Di satu sisi, siswa harus segera mendaftar ke perguruan tinggi. Sebab, pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) dibuka pada 15-26 Juni, penukaran formulir 15-27 Juni, dan ujian SNM PTN dimulai 1 Juli.

”Kalau pengumuman molor, kasihan siswa. Padahal, rencananya pengumuman unas dan unas ulang dilakukan BSNP bersamaan. Kalau jadwal unas ulangnya saja belum pasti, bagaimana dengan pengumumannya?” ujarnya.

Karena itu, para perguruan tinggi berharap segera ada solusi untuk persoalan tersebut. ”Jika tidak, kasihan anak didik kita,” tegasnya.

Dikonfirmasi berkali-kali, Ketua BSNP Prof Eddy Mungin Wibowo tidak mengangkat telepone selulernya maupun membalas pesan singkat (SMS).

Tak urung, belum adanya kepastian pengumuman itu semakin meresahkan siswa, termasuk para kepala daerah. Salah satunya, Bupati Madiun Muhtarom yang merespons belum jelasnya unas ulang bagi SMAN 1 Wungu. ”Segera berikan kejelasan nasib anak-anak saya (para siswa SMAN 1 Wungu, Red),” ujarnya kepada Radar Madiun (Jawa Pos Group) setelah membuka seminar pendidikan di Gedung Pusdiklat Kota Madiun kemarin (6/6). (kit/bun/ota/mik/jpnn/iro)
sumber : jawapos