Pengumuman Unas Molor

Dispendikpora Masih Menunggu Kabar Dari Pusat

BANYUWANGI – Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Jakarta yang menyatakan 5.000 siswa harus mengulang ujian akhir nasional (Unas), membawa dampak bagi pelajar Banyuwangi. Pasalnya, pengumuman hasil kelulusan Unas ikut terpengaruh. Pengumuman yang semula dijadwalkan 8-13 Juni terpaksa ditunda.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Banyuwangi Catur Pamarto menjelaskan, Dispendikpora masih belum mendapatkan kepastian kapan hasil Unas akan diumumkan. “Setiap hari, kami selalu berkomunikasi dengan Dispendik Pusat dan jawabannya masih belum ada kepastian jadwal,” terangnya kepada koran ini di ruang kerjanya kemarin pagi (5/6).

Catur mengakui pihaknya masih menunggu jadwal kepastian pengumuman Unas. Mengenai beredarnya kabar bahwa 12 Juni ada pengumuman Unas, dia menegaskan, isu itu tidak benar. “Kemungkinan bisa molor,” cetusnya.

Bagaimana dengan tatacara pengumuman? Menurut Catur, teknis pengumumannya akan dilakukan masing-masing sekolah. Apakah akan diberikan surat kelulusan ke rumah peserta didik atau diumumkan melewati website? Itu terserah sekolah masing-masing. Dinas hanya menjadwalkan pengumuman kelulusan. ”Hanya saja, untuk pastinya masih belum ada,” tandasnya.

Sementara itu, beberapa siswa SMA sudah menerima kabar bahwa pengumuman kelulusan akan diselenggarakan pada 12 Juni mendatang. Hal itu diakui Risma, siswa MAN Banyuwangi, kemarin. Diungkapkannya, berita pengumuman Unas pada 12 Juni sudah tersebar. Tidak hanya di MAN, ungkap dia, sekolah lain juga. ”Teman-teman saya yang sekolah di negeri maupun swasta juga mengatakan bahwa pengumuman tanggal 12 Juni,” bebernya kepada RaBa.

Bagaimana dengan pengumuman kelulusan bagi salah satu siswa yang mengikuti Unas di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)? Catur menjawab, bagi siswa yang berada dalam pembinaan Lapas, teknisnya merupakan kebijakan sekolah. “Kalau surat pengumuman kelulusan diberikan ke rumahnya, maka yang akan mengantarkan kemungkinan orang tuanya,” terangnya.

Menurut Catur, bagaimana pun juga si siswa dalam Lapas masih memiliki hak untuk menerima kabar kelulusan Unas. “Meski dia berada di balik jeruji besi. Meski tidak bisa berkumpul bersama teman-temannya,” imbuhnya.

sumber : JawaPos 06 Juni 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: