Guru Butuh Pelatihan, Bukan Sertifikasi

BANDUNG–Sertifikasi guru yang tidak berdampak pada peningkatan kualitas mengajar guru, ternyata sudah diprediksi oleh pakar pendidikan sebelum program tersebut digulirkan.

Adalah Pakar Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Said Hamid Hasan yang pernah mengungkap sinyalemen itu. Menurut Said, dari awal dirinya sudah menyatakan sertifikasi tidak akan berdampak pada peningkatan kualiatas.

”Sertifikasi itu secara konsep memang salah dan hanya menghabiskan uang,” ujar Said kepada Republika, Selasa (12/1).Said menilai apa yang disertifikasikan oleh pemerintah sebenarnya dilapangan sudah dimiliki oleh guru.

Karena, porto folio sertifikasi itu merupakan pengakuan kemampuan yang sudah dimiliki guru. Guru yang mengajar, sudah memiliki akta untuk mengajar tapi harus punya sertifikat lagi. ”Secara konsep sertifikasi memang keliru kalau dikatkan peningkatan kualiatas. Sertifikasi dihentikan saja. Guru-guru kan sudah ada akta mengajar,” katanya.

Kalau pemerintah ingin guru di Indonesia memiliki kemampuan tertentu, sambung Said, tidak perlu dikaitkan dengan sertifikasi. Sebaiknya, guru diberikan pelatihan. Setelah menyelesaikan pelatihan itu, baru diberikan sertifikat yang sesuai dengan apa yang sudah dilatihkan.

Untuk meningkatkan kualitas guru, kata dia, setiap saat mereka harus diberi pelatihan. Terutama, setiap ada kempauan baru yang harus mereka kuasai. Karena hal itu, kata dia, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan profesional development atau pengembangan profesi. ”Kalau perlu setiap satu tahun sekali, guru diberikan pelatihan yang harus diikuti oleh setiap guru,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, untuk memenuhi persyaratan sertifikasi beberapa guru ada yang asal mengikuti seminar hanya untuk memperoleh sertifikatnya. Hal itu wajar, kata dia, karena mereka memang tidak dirancang utk mengikuti seminar. Kalau sekarang mereka tidak punya sertifikat seminar dan berbondong-bondong mencari sertifikat seminar, itu bukan salah mereka.

Karena program sertifikasi guru ini sudah berjalan, kata dia, kalau akan dihapuskan pemerintah harus mengambil langkah untuk menghilangkan kesenjangan antara guru yang sudah memiliki sertifikasi dan tidak. Salah satu cara yang bisa ditempuh, kata dia, semua guru yang sudah bergelar S1 dan memiliki akta mengajar, sebaiknya memperoleh hak sesuai dengan sertifikat guru yang sudah disertifikasi. ”Untuk guru yang belum S1 sebaiknya diberikan program masuk S1. Kalau tidak memiliki akta mengajar, harus menempuh program akta itu dulu,” tegas Said. (Republika)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: