Mulailah dengan A; B; C;

Dalam belajar bahasa, baik bahasa indonesia maupun bahasa inggris, semuanya diawali dengan mengenal dan memahami betul tentang A, B, C,

Ya, kita semua sudah mengenal itu, tapi, apakah kita sudah menerapkan untuk mengawali belajar kita, karena memang hidup ini sebuah proses belajar yang berkesinambungan dan tidak pernah henti, belajar seumur hidup, long life education, atau belajar mulai dari rahim sampai masuk liang lahat.

Mari kita kembali memahami mengapa kita harus memulai kembali dari A, B, C,

A adalah untuk Assured (=pastikan)
Maka dalam hidup ini kita harus benar-benar pastikan, bahwa kita ini mau untuk assured “pastikan”, namun apa yang harus kita pastikan,,?

1. Pastikan kita punya impian (=dream, goal, destination, tujuan, cita-cita)
Itulah yang pasti harus kita punyai, sebuah cita-cita, tujuan, detination, goal, dream. Sebab tanpa itu tidak akan ada yang kita kerjakan, tidak akan pernah ada sesuatu yang kita lakukan.
Coba aja kita simak (i have a dream “westlife” mode on), kita harus punya dream, impian, cita-cita yang tinggi dan setinggi mungkin. Sebuah lagu yang harus selalu selalu kita dengungkan di telinga, hati dan pikiran kita, hati selalu kita jaga, kita pelihara, dan kita rawat. Jangan sampe dream kita hilang menguap begitu saja, atau jangan sampai dicuri orang, karena sekarang ini banyak orang yang kehilangan cita-citanya, baik hilang menguap dengan sendirinya ataupun hilang dicuri orang. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS2, Al Baqarah:261)

2. Pastikan kita mau berkorban
Setelah kita menetapkan dream kita, goal kita, destination kita, maka hal kedua yang pasti dan harus kita lakukan adalah mau berkorban, rela berkorban apapun untuk sesuatu yang menjadi dream kita. Paling tidak adalah pengorbanan waktu dan tenaga, dan tidak kalah pentingnya, dan ini yang utama adalah berkorban harta kita.
Jika hanya untuk membalas sms, kita rela keluar malam-malam dan hujan untuk membeli pulsa, maka untuk sebuah dream, goal kita yang tinggi dan besar di depan sana, kita mestinya lebih mau berkorban, harta,diri pribadi kita, termasuk waktu yang diberikan kepada kita. Sebab tanpa pengorbanan, tidak akan ada yang bisa kita peroleh dari semua dream kita, yang ada hanyalah angan-angan kosong tentang sebuah kenyataan. “(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. ” ” (QS31, Luqman:16)

3. Pastikan kita mau belajar, mau diajar, dan mau mengajar.
Tiga hal itu harus ada pada diri kita, mandiri dalam belajar, mau membuka akal dan pikiran untuk dapat menyingkap dan mengetahui rahasia dan keajaiban alam semesta, di setiap tempat dan di setiap waktu, pastikan kita mau belajar. Lebih baik lagi jika kita selalu menyiapkan buku kecil dan alat tulis, untuk mencatat segala apa yang kita temukan dari gagasan yang muncul, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang sukses.
Mau diajar dari siapapun yang mempunyai sesuatu yang tidak kita punya. Jangan kita seperti iblis laknatullah yang mentang-mentang, “aku KAU suruh sujud hormat pada dia (Adam a.s.), nggak, aku lebih baik dari dia, aku KAU ciptakan dari api, sedangkan dia ENGKAU ciptakan dari tanah” yang menjadikan iblis dilaknat ALLAH dan menjadi penghuni neraka. Senada dengan itu, ketika seseorang menyatakan “mau ajar aku, hah, kamu mau ajar aku, kamu itu apa, aku lebih banyak makan garam daripada kamu makan nasi, mau ajar saya”. Jika demikian adanya maka jelas tidak akan bisa untuk sukses, plus sikap sombong ini sangat dibenci oleh ALLAH SWT. “Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” ” (QS7, Al A’raaf:12)
Ketika kita melihat teman atau sahabat menemui sebuah kesulitan dan dia tidak mengetahui bagaimana pemecahannya, bahkan sampai dia meminta penjelasan kepada kita, maka sudah sepatutnya kita mau mengajari mereka, disamping nilai kebaikan yang kita dapatkan, maka saat kita mengajarkan sesuatu pada orang lain, berarti kita sudah menuliskan hal yang kita ajarkan berlipat ganda di otak kita.

B. adalah untuk Believe (yakin, percaya)
Sebuah keyakinan harus kita tanamkan pada diri kita yang sudah memiliki dan mencanangkan sebuah dream, goal, destination.

1. Percaya dan Yakin kepada ALLAH SWT
Inilah hal pertama yang mesti kita punyai, sebuah keyakinan bahwa ALLAH tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-NYA. Setiap butir kebaikan, walaupun sangat-sangat kecil, dan berada di dalam batu hitam atau di dalam bumi, baik berupa kebaikan ataupun keburukan, maka ALLAH pasti mendatangkan hasilnya, memberikan balasannya, balasan pahala dan kebahagiaan untuk kebaikan, dan siksa dan kesengsaraan dari dosa perbuatan buruk yang dilakukan. “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.”” (QS3, Ali ‘Imran:195)

2. Percaya kepada diri sendiri.
Jika kita sudah yakin dan percaya kepada ALLAH, maka hal selanjutnya yang harus kita punyai adalah percaya pada diri sendiri. Kita harus mengusahakan dengan sekuat tenaga untuk menggapaii dream, goal kita. Sebab ALLAH tidak akan pernah menurunkan hujan emas dari langit, tetapi ALLAH menurunkan air hujan, yang selanjutnya menumbuhkan tanaman yang sangat bermanfaat dalam hidup kita. ALLAH tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubah keadaannya sendiri. “Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS13, Ar Ra’d:11)

C. adalah untuk Commit (komitmen)
Komitmen bukan hanya sekedar janji-janji palsu. Komitmen merupakan suatu janji pada diri sendiri walau bagaimanapun dan apapun kondisi atau keadaannya, akan sungguh-sungguh ditepati. Itu adalah perwujudan dari kalimat insyaALLAH, jika ALLAH menghendaki. kalimat ini berarti 99,99% harus kita tempuh dengan kesungguhan, hanya sekian persen sebagai batas akhir tentang keputusan ALLAH.
Jika kita telah berusaha dengan sekuat tenaga dan semaksimal mungkin, maka akhir dari segala usaha itu adalah memasrahkan hasil akhir kepada ALLAH sebagai kepastian terakhirnya. “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS64, At Taghaabun:16)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: