Kapan Sekolah Bebas Asap Rokok

Kampung tanpa asap rokok? Jangan berpikir bahwa itu hanya sebuah slogan saja.Karena warga RT 07/WR 06 Bulaksari, Kelurahan Semampir, Kecamatan Wonokusumo,Surabaya telah membuktikannya.

Tak heran jika kampung ini mendapat penghargaan Plazmokefree Award,sebuah ajang penghargaan di bidang lingkungan. Salah satu orang yang berperan besar dalam menciptakan kampung tanpa asap rokok itu adalah warganya sendiri,yakni Heru Subijanto, 33.Di kampung tersebut tak hanya warganya saja yang tidak merokok melainkan siapapun yang datang atau sekedar melewati kampung ini tak boleh menghisap rokok. Keberhasilan Heru menyabet juara satu Plazmokefree Award yang digelar Surabaya Plaza Hotel (SPH) disambut haru oleh istrinya.

Sambil menitikkan air tangis bahagia, Heru dipeluk istri dan ibundanya usai penyerahan hadiah.”Saya sama sekali tak menyangka bisa jadi pemenang. Jujur saya sangat bangga sekali,”kata pria yang bekerja sebagai pramubakti di Bank Mandiri Basuki Rahmat ini. Bagi Heru,penghargaan ini sekaligus menjadi kado ulang tahun teristimewa yang ia dapat. Pria kelahiran 7 Juni 1978 ini mengalahkan empat finalis lainnya yakni Susetijowati seorang pengajar yang juga kampanye gerakan anti rokok dengan teaterikal pada siswanya; Teguh Ardisrianto dari Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia; Djoko Wismono dengan konsep sekolah bebas asap rokok; dan Mohammad Arief Muljadi dengan konsep Spiritual Emotional FreedomTechnique (SEFT).

Ia pun lantas bercerita tentang gerakan anti asap rokok itu.Semua berawal dari perjuangan yang cukup panjang sejak Desember 2010.Bermula dari ketidaksukaan Heru akan rokok,ia ingin menularkannya pada semua orang yang ada di sekitarnya.”Rokok itu tak enak rasanya dan banyak merugikan kesehatan,tapi saya heran kenapa banyak orang suka sekali merokok,”ujar Wakil RT 7/RW 6 ini. Memang sejak kecil,Heru tak bisa merokok.Seringkali mencoba namun tak juga menemukan asyik dan nikmatnya merokok.”Bahkan istri saya sering tertawa jika melihat saya mencoba merokok.Tak pantas kalau dilihat katanya,” imbuh Heru.

Dari sinilah,ia mencoba untuk menularkan kebiasaan hidup tanpa asap rokok kepada warga kampung. Awalnya ia mengusulkan lewat perkumpulan rutin pengurus kampung.”Pada mulanya memang sulit,karena banyak perokok di lingkungan ini.Tentunya mereka tak serta merta langsung setuju begitu saja,”katanya.Tapi,Heru tak menyerah dan lantas putus asa.Ia tetap terus berkampanye pada orang di sekelilingnya.Pertama mulai dari tetangga sebelah kanan kiri rumahnya.Lama kelamaan semakin meluas ke seluruh kampung.

Ia terus saja mengatakan kepada semua orang betapa kampung ini akan jadi bersih dan sehat tanpa asap rokok. Selain mengusulkan lewat pengurus kampung,Heru juga mengajak ibu-ibu PKK dan Karang Taruna untuk turut menyukseskan kampung bebas asap rokok. Tak disangka,cara ini mulai membuahkan hasil. Sampai pada 12 Desember 2010,warga RT 7/RW 6 Bulaksari melakukan deklarasi di depan Wali Kota Tri Rismaharini sebagai Kampung Bebas Asap Rokok. Kampung dengan 67 kepala keluarga (KK) ini mulai membenahi lingkungannya.

Di depan gapura sengaja dipasang sebuah asbak raksasa dari ban bekas yang kemudian diisi dengan pasir.”Asbak ini sekaligus imbauan agar siapapun yang akan memasuki kampung bisa mematikan rokoknya di asbak tersebut,”ucap Heru. Selain asbak ada banyak slogan yang ditempel di dinding rumah warga ataupun ditancapkan di taman sepanjang gang.Salah satu slogannya bertuliskan Terimakasih anda tidak merokok di kampung kami.Total imbauan yang dipasang sejumlah 25 slogan dengan berbagai variasi kalimat.Meski warga kampung sudah mengikuti aturan, tak jarang Heru mendapat cercaan dari warga kampung sebelah yang seringkali lewat di kampungnya.

”Mulanya mereka mencela saat diminta untuk mematikan rokok saat melewati kampung kami.Tapi lama-lama mereka sendiri yang bosan diingatkan terus sehingga mulai mematuhi peraturan saat lewat di jalan kampung ini,”tutur suami dari Sri Minarti ini. Sementara itu dalam Plazmokefree Award sendiri, SPH menghadiahkan sejumlah uang untuk turut menyukseskan Kampung Bebas Asap Rokok.Ajang Plaza Hotel Smoke Free ini sengaja digelar sebagai salah satu hotel yang bebas asap rokok.

”Penghargaan ini juga diberikan untuk memotivasi publik untuk mendukung terciptanya lingkungan bebas asap rokok di Surabaya,”tukas General Manager SPH Yusak Anshori.

“Sukses Wujudkan Kampung Bebas Asap Rokok”
Tuesday, 07 June 2011
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/403988/
OKTALIA ARY
Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: